Translate

Monday, May 7, 2012

Cerita lucu 1

Cerita luCerita lucu 1 cu 1


Si Uccok dan Kereta Api

Ada seorang pemuda di daerah Sumatera Utara sana, kebetulan sedang nonton film di bioskop di daerahnya.
Salah satu adegan di film itu adalah seorang gadis bahenol yang sedang berusaha membuka bajunya… setelah itu dilanjutkan dengan membuka kaos dalamnya… dan tibalah pada adegan di mana gadis itu harus membuka juga BH-nya. Namun sebelum gadis itu berhasil membuka BH-nya, tiba-tiba ada kereta api yang lewat dan menutupi si gadis. Setelah kereta api berlalu si gadis ternyata sudah berpakaian lengkap kembali.
Kecewalah si Ucok, setelah beberapa saat sempat menahan dentuman jantungnya.
Esoknya, si Ucok datang lagi, beli karcis lagi, nonton lagi film yg sama. Dan… kecewa lagi. Tanpa kenal kata menyerah, esoknya pun dia masih nonton lagi.. sampai beberapa hari.
Tukang karcis yang melihat Ucok, sampai2 hapal wajah si Ucok, karena penasaran maka ditanyalah si Ucok kita ini.
“Hey Lay… Kalo tidak salah, sudah kau tonton pilem ini berkali-kali…? Kenapa masih datang juga?”
“Ah benar kali itu bang…, tapi aku yakin bang… suatu saat, kereta api keparat itu pastilah terlambat!” jawab si Ucok penuh nafsu.

Kata kunci:

  • dokter melepas bh

Jongkok

Ini merupakan percakapan antara dokter dengan seorang pasien yang terkena muntaber.
Dokter : Sakit apa?
Pasien : Anu dok… mual-mual dan muntah-muntah…!
Dokter : Buang air besarnya bagaimana…?
Pasien : Seperti biasa Dok, jongkok…!

Dokter + “T”

Seorang dokter spesialis anak mencoba beramah tamah dengan pasien-pasiennya sebelum prakteknya dimulai :
Dokter : “Wah, manis sekali nih si kecil, siapa namanya?”
Pasien 1 : “Dona.”
Dokter : “Wah, ibunya pasti ngidam donat ya! Nah, kalau yang satu ini siapa namanya?”
Pasien 2 : “Dwi…”
Dokter : “Hhmm… kalau yang ini ibunya ngidam duit ya…”
Tiba-tiba pasien ketiga langsung lari keluar. Ibunya menarik lengan anaknya sambil berkata : “Ayo TITI, kita pulang saja!!”

Ketemu Lagi

Seorang wanita pergi ke toko hewan dan melihat seekor betet besar yang indah. Terpampang harganya yang hanya Rp 50 ribu.
“Kok murah?” tanya wanita itu pada pemilik toko. Si pemilik menjawab, “Begini, pertama-tama saya harus ceritakan dulu bahwa betet ini dulunya dipelihara di rumah bordil, jadi kadang-kadang dia ngomong kata-kata yang lumayan jorok.”
Si wanita berpikir sejenak, tapi tetap memutuskan untuk membeli burung yang indah itu. Ia membawanya pulang dan menaruhnya di sangkar, menggantungnya di ruang tamu dan menunggu burung itu bicara.
Burung itu melihat ke sekeliling ruangan, lalu melihat si wanita, dan berkata, “Rumah baru, germo baru.”
Wanita itu merasa kaget, tapi lalu menganggapnya lucu, “Tidak apalah.”
Saat dua anak gadisnya pulang dari sekolah, burung itu melihat mereka dan berkata, “Rumah baru, germo baru, perek baru.” Gadis-gadis dan wanita itu merasa sedikit tersinggung tapi akhirnya bisa mengerti.
Beberapa saat kemudian suami sang wanita, Indra, datang dari kantor.
Burung itu melihatnya dan berkata, “Eh…, halo Indra…. ketemu lagi…”

Tembus Pandang

Seorang wanita bule menghabiskan hampir seluruh waktu liburannya dengan berjemur di atap hotel tempat dia menginap. Ia mengenakan pakaian renangnya pada hari pertama. Tapi pada hari ke dua, ia menyimpulkan bahwa tak ada seorangpun yang melihatnya, maka iapun melepaskan seluruh pakaian renangnya.
Ia baru saja akan mulai berjemur, ketika didengarnya seseorang berlari menuju ke tempatnya berjemur. Saat itu ia sedang menelungkup, maka ia hanya menutupi bagian belakang tubuhnya saja dengan handuk.
“Maaf nona…” kata asisten manager hotel itu dengan terengah-engah karena menaiki tangga. “Hotel ini tidak berkeberatan anda berjemur di atap, tetapi kami lebih menghargai anda bila anda mengenakan pakaian renang anda seperti kemarin.”
“Lho, kenapa?” tanya wanita itu, “Kan tidak ada yang bisa melihat saya di atas sini, lagipula kan saya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuh saya?”
“Bukan begitu…” kata sang asisten manager dengan malu-malu, “Tapi anda tengkurap santai di atas atap ruang makan kami yang tembus pandang, sehingga restoran kami ramai penonton yang hanya ingin melihat, tanpa memesan makanan.”

Aku Mencintaimu Juga

Seorang napi baru kabur dari penjara setelah dipenjara 15 tahun.
Dalam perjalanan kabur, dia menemui sebuah rumah dan mendobrak masuk ke dalamnya untuk mencari uang dan senjata. Tetapi yang ditemukan hanya sepasang suami istri muda yang sedang tidur di atas ranjang. Napi itu memerintahkan yang laki-laki untuk turun dari ranjang dan mengikatnya di kursi. Kemudian sambil mengikat yang perempuan ke ranjang, napi itu mencium lehernya, lalu bergegas ke kamar mandi.
Sementara si napi berada di kamar mandi, sang suami berbisik ke istrinya, “Ma, orang ini napi yang kabur dari penjara, lihat saja baju yang dipakai, dia mungkin sudah lama dipenjara dan belum pernah melihat wanita dalam waktu lama. Aku lihat bagaimana tadi dia mencium lehermu. Jika dia ingin berhubungan seks denganmu, jangan tolak, jangan mengeluh, lakukan sesuai keinginan dia, berikan kepuasan. Orang ini berbahaya, jika marah, dia bisa membunuh kita. Jadi bertahanlah sayang… Aku mencintaimu…”
Balas sang istri, “Dia tidak mencium leherku. Tapi dia berbisik ke telingaku. Dia bilang dia homo dan menurutnya kamu seksi sekali. Dia bertanya apakah kita punya krim di kamar mandi. Bertahanlah sayang. Aku mencintaimu juga…”

Masuk Sorga

Suatu pagi di kelas sebuah sekolah taman kanak-kanak, Bu guru bertanya kepada anak muridnya.
Bu Guru : “Siapa yang mau masuk sorga acungkan jarinya…??”
Murid : “Saya Bu Guruuuuuuuu….”
Hampir semua murid di kelas tersebut mengacungkan jarinya, namun hanya satu anak yang tidak mengacungkan jarinya. Maka bertanyalah guru tersebut.
Bu Guru : “Uccok, kenapa kamu tidak mau masuk sorga?”
Uccok : “Saya tidak mau masuk sorga Bu, saya mau masuk tentara.” :-D

Pepesan Tai Burung

Engkong Jali terbaring lemah akibat sakit yang sudah dideritanya sejak lama sedang ditemani oleh seorang cucunya yang sayang banget ame die dan terjadi dialog di antara mereka :
Engkong (E) : “Cuu… Engkong lu kayanye udah hampir sampe… mungkin kite udah mau berpisah buat selame-lamanye…”
Cucu (C) : “Jangan ngomong begitu dong kong, umur kan di tangan Tuhan.”
E : “Tapi bener nih… rasa-rasanye engkong udah mao game over…”
C : “Ah… engkong masih bisa becanda aje.”
E : “Engkong ada permintaan terakhir nih cu…”
C : “Apan tuh kong… kali-kali aje ane bisa penuhin permintaan engkong.”
E : “Anu cu… tolong dong bikinin engkong pepesan tai burung…!!”
C : “Kong… nyang bener aje dong, masa orang sakit mintanye nyang aneh begitu…??”
E : “Aduh… tolongin engkong lu dong… masa permintaan segitu aje elu kaga mau ngabulin sih…”
Karena saking sayang dan cintanye ni cucu ama engkongnye, akhirnya die penuhin juga permintaan engkongnye. Akhirnye si cucu pergi ke pasar burung dan die raupin tuh tai burung buat dibawa pulang dan dijadiin pepesan. Setelah selesai, si cucu nyamperin engkongnye:
C : “Nih kong pepesan tai burungnye…”
E : “Waduh makasih ya cu… sekarang tolong elu cicipin dong…”
C : “Buset dah… masa sekarang ane suruh nyicipin ni pepesan tai burung??”
E : “Aduh tolong dong… inikan permintaan terakhir engkong, masa elu kaga mau sih…”
Karena saking sayang dan cintanye ama si engkong, akhirnya si cucu mau juga nyicipin.
C : “Udeh tuh ane cicipin…”
E : “Gimane cu… enak ape enggak??”
C : “Ya terang aje kaga enak kong… namanye aje pepesan tai burung…!!”
E : “Aduh… elu aje nyang sehat kaga enak, gimane gue nyang sakit…!!!”
C : “@#!$%#!*()&!!!”

Nenek Pikun

Seorang nenek tua renta sedang duduk di sebuah taman sambil menangis.
Lalu saya tanya: “Ada apa?”
Katanya, “Aku punya suami berusia 22 tahun di rumahku. Setiap pagi dia selalu mengajak aku bercinta, lalu membuat sarapan, kopi, atau apa pun yang kuminta.”
“Kalau begitu, kenapa menangis?”
“Tiap siang dia selalu membuatkan aku sup enak, lalu kami bercinta hingga sore.”
“Kalau begitu, kenapa menangis?”
“Setiap malam dia masak aneka makanan enak, dan selalu tersedia makanan penutup, seperti es krim, buah, dan lain-lain. Kemudian kami bercinta hingga jam 2 malam.”
“Kalau begitu, kenapa menangis?”
“Aku lupa di mana rumahku!”

Parti yang Lugu

Parti, seorang gadis desa asal Semarang yang lugu itu, hendak merantau ke Jakarta. Sebelum berangkat, ibunya mengingatkan padanya, “Nduk… kalau kamu ke kota dan kebetulan dapat jodoh di sana, yang harus kamu perhatikan, pertama, carilah pasangan yang setia, kedua, calon suami kamu harus orang yang hemat, ketiga, calon kamu itu harus perjaka ting-ting.”
Berangkatlah Parti ke Jakarta dan beberapa bulan kemudian dia kembali ke desanya dengan menggandeng Yusuf Bin Sanusi, pemuda asal Betawi untuk meminta doa restu untuk menikah.
“Mbok…, saya sudah ketemu jodoh saya, dengan syarat seperti yang sampeyan inginkan.” ungkap Parti.
“Waktu itu kami berjalan-jalan keliling kota. Dia selalu saja menggandeng saya dengan mesra, bukankah itu tanda pasangan yang setia Mbok ne?”
Si Mbok mangut-mangut. “Kemudian karena kemalaman dan hujan kami mencari tempat berteduh dan menginap. Mas Ucup bilang, “Ti, kita nginap saja di hotel, untuk menghemat biaya bagaimana kalau kita hanya menyewa 1 kamar saja, bukankah pacar saya orangnya hemat, Mbok?” cerita Parti berbunga-bunga.
Untuk kedua kali si Mbok mangut-mangut. “Dan akhirnya Mbok…, saya tahu kalau pacar saya itu masih perjaka ting-ting.”
Langsung si Mbok mendelik, “Dari mana kamu tahu bahwa dia masih perjaka ting-ting?”
Parti langsung menjawab, “Waktu saya lihat ‘niku nipun’ (anunya) masih terbungkus karet, Mbok.”
Sambil roboh, Si Mbok berucap, “Duh Parti… iku kondom, Nduk!”

Nasihat Dokter

Alek adalah seorang akuntan. Ia pergi memeriksakan kesehatannya.
“Berapa kali anda melakukan hubungan seks dalam satu minggu?” tanya dokter.
“Setiap selasa, kamis dan sabtu, dok.” jawab Alek.
Sebaiknya hari kamis kamu tak usah melakukannya.” kata dokter.
“Tidak mungkin, dok!” kata alek, “…soalnya hanya hari itu saya tidur di rumah!”

Pemanasan

Hari panas nan gerah Painem babu barunya Pak Juned mencopot bajunya. Waktu itu Pak Juned sedang membetulkan genteng. Kebetulan genteng yang mau dibetulin persis di depan jendela kamar Painem.
Begitu melihat Painem, perkutut Pak Juned langsung tegak dan kehilangan keseimbangan. Akhirnya Pak Juned pun jatuh. Painem yang mendengar lalu memakai bajunya dan melihat Pak Juned yang sedang kesakitan, lalu berkata,
“Kenapa pak?”
“Jatuh dari tangga.” Pak Juned menjawab.
“Lalu kenapa celana bapak ada yang menonjol begitu?” Painem bertanya.
“Anu, sedang olah raga, soalnya lama tidak melakukan pemanasan.”

Tanya Jawab, Ngasal Deh

T : Kalau Asterix habis kerja berat dan capek sekali, jadinya apa ?
J : Pegel Linux.
T : Kenapa burung garuda kepalanya selalu nengok ke kanan ?
J : Karena dia sudah putus hubungan dengan nyamuk.
T : Monyet apa yang berdiri di tepi jalan ?
J : Monyetop angkot.
T : Kota apa yang nilainya selalu tujuh ?
J : Salatiga, kalau saladua nilainya delapan.
T : Kentang apa yang dingin ?
J : Kentangkuban perahu malam-malam.

Bioskop 21

Pada suatu hari di Bioskop 21, terdengar pengumuman sbb.:
“Perhatian… perhatian… baju penjaga Teater 2 telah dibuka, kepada para penonton yang telah memiliki karcis, dipersilahkan untuk menonton…”

Lomba Menghirup

Depkes mengadakan lomba menghirup bagi segala umur yang penting statusnya warga negara indonesia. Sampailah pada hari yang ditentukan dan terpilihlah tiga orang yang akan diadu untuk memperebutkan gelar juara menghirup.
Peserta pertama, sekali menghirup dengan hidungnya, busyet sebuah motor tiger 2000 lenyap ke dalam hidungnya. Semua penonton bertepuk tangan dengan meriah…
Peserta kedua, mulai menghirup, oo laa laa… sebuah mobil BMW terhirup ke dalam hidungnya. Seluruh penonton pun memberikan standing applause…
Peserta terakhir, penonton sudah tidak mempedulikan lagi, karena tidak ada lagi yang lebih besar yang dapat dihirup oleh peserta ketiga ini.
Ketika peserta ketiga ini mulai menghirup, tiba tiba terjadi gerhana matahari, keadaan pun menjadi gelap gulita, lalu terdengar suara dewan juri berkata…
“Ini dia pemenangnya!!! Lihatlah kita sudah berada di lubang hidungnya!!!”

Sapi dan Ayam

Sapi sama ayam lagi curhat, ayam bilang, “Orang tuh jahat yaa… masak saya ambil beras yang udah jatuh ajah gak boleh… gue diusirin.”
Si sapi gak kalah senewennya, dia bilang, “Situ masih enak cuma diusir… Saya, udah susu saya di pegang-pegang, diremas-remas, ditarik-tarik, diuyel-uyel… tapi saya nggak dikawin-kawinin!?!”

Great Names

Lee Sum Wan: Hello, can I speak to Annie Wan?
Mr. Saw Lee: Yes, you can speak to me.
Lee Sum Wan: No, I want to speak to Annie Wan!
Mr. Saw Lee: You are talking to someone! Who is this?
Lee Sum Wan: I’m Sum Wan. And I need to talk to Annie Wan! It’s urgent.
Mr. Saw Lee: I know you are someone and you want to talk to anyone! But what’s this urgent matter about?
Lee Sum Wan: Well just tell my sister Annie Wan that our brother, Noe Wan was involved in an accident. Noe wan got injured and now Noe Wan is being sent to the hospital. Right now Avery Wan is on his way to the hospital.
Mr. Saw Lee: Look if no one was injured and no one was sent to the hospital from the accident that isn’t an urgent matter! You may find this hilarious but I don’t have time for this!
Lee Sum Wan: You are so rude! Who are you?
Mr. Saw Lee: I’m Saw Lee.
Lee Sum Wan: Yes! You should be sorry. Now give me your name.

Tiga Sahabat

Ada tiga sahabat, satunya kura-kura… satu lagi kodok… terus satunya lagi ular kaki seribu.
Suatu hari kura-kura mengundang dua temennya ke rumahnya buat pesta kecil-kecilan. So… mereka bertiga bikin pesta kecil di rumah kura-kura.
Setelah asyik ngobrol, makan, minum dan lain-lain… si kodok berkata:
“Eh… dari tadi kayaknya ada yang kurang ya… elu pada ngerasa gak… Oh iya kita kok gak ngerokok ya… pantesan mulut asem banget nih…”
Kura-kura: “Iya ya… sorry gue lupa nggak nyediain rokok… kalo gitu lu beli aje deh ‘Dok… warungnya deket kan…!”
Kodok: “Lho koq gue sih… kan tuan rumahnya elu ‘Ra…”
Kura-kura: “Iya sih… tapi kan gue jalannya lambat. Kalo elu kan bisa cepet…!!”
Kodok: “Ah… nggak bisa gitu donk!! Lagian kalo soal cepet… pasti si Ular Kaki Seribu lebih cepet dari gue… kakinya aja ada seribu!!!”
Kura-kura: “Oh iya ya.. Elu aja deh yang pergi, Ular Kaki Seribu…”
Ular Kaki Seribu: “Koq jadi gue sih…”
Kodok: “Udah… nggak apa-apa… elu aja… buruan…”
Akhirnya si Ular Kaki Seribu pergi juga untuk membeli rokok.
Si Kodok dan Kura-kura nungguin sambil ngegosipin artis-artis lokal. Lima menit menunggu….si Ular Kaki Seribu belum datang juga… 10 menit… 20 menit… satu jam… dan ternyata sampe tiga jam Ular Kaki Seribu gak nongol-nongol juga.
Kodok: “Koq Ular Kaki Seribu nggak pulang-pulang ya..?”
Kura-kura: “Iya nih… gue jadi kuatir… kita susulin aja yuk, Dok…!”
Kodok: “Ayuk deh..!”
Tapi pas si kura-kura buka pintu… ternyata Ular Kaki Seribu udah ada di depan pintu.
Kura-kura: “Nah ini dia…!”
Kodok: “Iya nih dari tadi ditungguin juga… mana rokoknya. Mulut gue udah asem banget nih…?!”
Ular Kaki Seribu: “Boro-boro rokok… jalan aja belom…!!”
Kodok: “Haah belom jalan?! Emangnya dari tadi ngapain aja…?
Ular Kaki Seribu: “Yeeeeeeeee… elu nggak liat nih… gue lagi PAKE SEPATU!!!

Sinchan dan Ibu Guru Komunis

Hari pertama nan indah di sebuah TK Mawar Merah yang diasuh oleh seorang Ibu guru Lisa yang berjiwa Komunis. Ibu Guru ini mulai memasuki kelas Nol dan Ia mulai mengajar kepada anak-anak TK tersebut tentang Paham Atheisme (Paham Tidak Bertuhan).
Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis, dan mulai berkata pada anak-anak TK di kelasnya itu:
“Anak-anak penghapusan papan tulis ini kelihatan gak???” sambil tangannya mengacung-acungkan hapusan di depan kelas…
“KELIHATAAAAAN!!!” kata anak-anak TK serempak dan bersemangat.
“Yang terlihat itu menunjukan Keber-ada-an. Jadi kalau penghapus ini kelihatan artinya penghapus ini ada nggaaak?” tanyanya lagi kepada murid-muridnya.
“ADAAAAAAAA!!” kata anak-anak itu penuh semangat.
Kemudian ia mulai menaruh penghapus papan tulis di meja. Ia lalu mengambil sebuah kapur putih. Kemudian berkata kembali pada murid-muridnya:
“Anak-anak, KAPUR ini kelihatan nggaak???” sambil tangannya kembali mengacungkan kapur di depan kelas.
“KELIHATAAAAAN!!!” kata anak-anak TK serempak dan bersemangat.
“Nah!! Kalau kapur ini terlihat berarti kapur ini ada nggak?” tanyanya lagi kepada murid-muridnya.
“ADAAAAAAAA!!” kata anak-anak semangat tanpa tedeng aling-aling.
Lalu sang guru mulai memasukan doktrin-doktrin komunismenya kepada anak-anak TK tersebut.
“ANAK-ANAK! TUHAN ITU KELIHATAN….. NGGAK???” Tanyanya lebih semangat kepada anak-anak muridnya.
“GAAAAAK!!” teriak anak-anak murid langsung dengan polosnya.
“BERARTI TUHAN ITU ADA NGGAAAAK???” tanya Ibu Guru lagi bersemangat.
“NGGAK ADAAAAAAAA!!” kata anak-anak bersemangat tanpa mikir panjang.
Di pojok belakang kelas tiba-tiba berdiri Sinchan anak murid yang paling badung dan termasuk yang paling nakal…
Lalu ia mulai berjalan dengan gagah dan sok tahu ke depan kelas. Kemudian dia berkata lantang di depan kelas,
“KAWAN-KAWAN OTAK IBU KELIATAN… NGGAAK???” tanyanya pada teman-temannya sekelas.
“NGGAAAAAK!!” teriak teman-temannya sekelas langsung dengan suara yang paling keras dari yang tadi.
Kemudian ia bertanya lagi,
“BERARTI OTAK IBU GURU ADA NGGAAAAK???”
“NGGAK ADAAAAAAAA!!” jawab teman-temannya.

Kata kunci:

  • cerita sinchan
  • sinchan lucu

Post a Comment